| When: | 30 Apr 2009 |
| Location: | Bentaran Budaya Jakarta jakarta |
Description:
Tidak mudah menjadi GIGI. Usianya bertambah tapi selalu segar, seolah tidak pernah kehabisan energi. Kelompok musik ini memasuki usia 15 tahun dengan meluncurkan album bertajuk “GIGI”. Simaklah misalnya bagaimana aransemen yang mereka garap untuk lagu “Ya..ya…ya…” membuatnya menjadi kesatuan yang padu dan kuat karakternya. Memang, mendengarkan satu dua lagu saja dari album terbaru itu sudah membuat kita semakin yakin bahwa mereka tidak menjadi lembek. Mereka selalu bisa berkelit dari penyakit pengulangan yang parah yang melanda sebagian besar pelaku mapan di industri musik.
Apa resepnya? “Kami semua teman-teman GIGI bersikap terbuka,” kata Armand Maulana, vokalis, yang bersama Dewa Budjana (gitar) dan Thomas Ramdan (bas), merupakan warga kelompok itu sejak awal. Kini mereka bersama penabuh drum Gusti Hendy. Empat sekawan ini bakal tampil di Bentara Budaya, jalan Palmerah Selatan 17 Kamis 30 April pukul 19.30.
Pementasan ini tidak sepenuhnya bersifat retrospektif, namun penonton boleh mengharap suguhan musik lama di samping yang paling baru. Akan jelas di sana betapa grup ini telah menemukan substansi dari makna perjalanan musik mereka, yaitu paduan berbagai potensi musik personil mereka sendiri yang berkembang dalam kebersamaan. Adonan pop-rock dan sedikit bumbu jazz atau sapuan suara etnik yang umumnya terdengar dari sana. GIGI kemudian memang bukan hanya sebuah kumpulan para pemusik, tapi menjadi forum bersama, semacam lab untuk selalu mencari jalan baru di dalam berekspresi di kancah musik pop. Itulah yang tampak dari serangkaian karya-karya mereka yang terdokumentasi di dalam 17 album sejak yang pertama “Angan” (1994) sampai yang terbaru awal tahun ini. Anda semua beruntung menonton GIGI yang tetap segar.
